Minggu, 24 Maret 2013

✿ :::NikmatMu dalam nadiku::: ✿

0 komentar
indah sekali nikmati rintik hujan dan hembusan angin di atas ini
jendela yang lebar dengan tirai jendela yg terbuka..
putarkan saja musik yang indah, agar bertambah indah hati ini
atau hidangkan saja teh hangat, biar hangat jua suasana hati ini
hijau daun itu melambai, percikan air itu musikmu..
inilah alammu, inilah hidup yang kamu milikii,
sebelum jendelamu di tutup oleh dipan dipan kayu yang seukuran,
air hujan akan datang melembabkan rumahmu nanti,
membanjiri kawah duka lara!
dengan tirainya yang satu warna..
hey.. beranjaklah dari tatapan itu!
jangan bengong! tunggu apa lagi??
melangkah dan bukalah tirai warna warni jendelamu saat ini
lihatlah di luar sana..
saat ini jua kamu mulai menyadari..
masih di beri kesempatan tuk nikmati hidup ini..
read more

Rabu, 06 Maret 2013

✿ :::Kisah haru istri sholehah::: ✿

0 komentar

masih adakah yg seperti ini di zaman sekarang?
Mengharu biru; kekuatan kata istri shalehah dalam kisah ini begitu mengena. Catatan yang diambil dari page di sajadah cinta ini , semata-mata ingin menyebarkan manfaat yang terkandung dalam kisah ini. Semoga bermanfaat_
Sore itu, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu. “anty sudah menikah?”. “Belum mbak”, jawabku. Kemudian akhwat itu .bertanya lagi “kenapa?” hanya bisa ku jawab dengan senyuman.. ingin ku jawab karena masih kuliah, tapi rasanya itu bukan alasan.
“mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya. “nunggu suami” jawabnya. Aku melihat kesamping kirinya,sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya- tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya “mbak kerja dimana?”, ntahlah keyakinan apa yg meyakiniku bahwa mbak ini seorang pekerja, padahal setahuku, akhwat2 seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.
“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” , jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajahyang bersinar dengan ketulusan hati.
“kenapa?” tanyaku lagi.
Dia hanya tersenyum dan menjawab “karena inilah cara satu cara yang bisa membuat saya lebih hormat pada suami” jawabnya tegas.
Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia hanya tersenyum.
Ukhty, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah akan didatangi oleh ikhwan yang sangat mencintai akhirat.
“saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari, es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. Waktu itu jam 7 malam, suami baru menjemput saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Saya capek sekali ukhty. Saat itu juga suami masuk angin dan kepalanya pusing. Dan parahnya saya juga lagi pusing. Suami minta diambilkan air minum, tapi saya malah berkata, “abi, umi pusing nih, ambil sendirilah”.
Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23.30 saya terbangun dan cepat-cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya. Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang bukan mencucinya kalo bukan suami saya? Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci. Astagfirullah, kenapa abi mengerjakan semua ini? Bukankah abi juga pusing tadi malam? Saya segeramasuk lagi ke kamar, berharap abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga. Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, abi deman, tinggi sekali panasnya. Saya teringat atas perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air minum saja, saya membantahnya. Air mata ini menetes, betapa selama ini sayaterlalu sibuk diluar rumah, tidak memperhatikan hak suami saya.”
Subhanallah, aku melihat mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yg di usapnya.
“anty tau berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600-700rb/bulan. 10x lipat dari gaji saya. Dan malam itu saya benar-benar merasa durhaka pada suami saya. Dengan gaji yang saya miliki, saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya, dan setiap kali memberikan hasil jualannya , ia selalu berkata “umi,,ini ada titipan rezeki dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah2an umi ridho”, begitu katanya.
Kenapa baru sekarang saya merasakan dalamnya kata-kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong pada nafkah yang diberikan suami saya”, lanjutnya
“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah-mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang diberikan suami. Wanita itu begitu susah menjaga harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya, dan gampang menyepelekan suami.” Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara.
“beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini. Saya sedih, karena orang tua dan saudara-saudara saya tidak ada yang mendukung niatsaya untuk berhenti berkerja. Malah mereka membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan orang lain.”
Aku masih terdiam, bisu, mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti dia? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan.
“kak, kita itu harus memikirkan masa depan. Kita kerja juga untuk anak-anak kita kak. Biaya hidup sekarang ini besar. Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan. Nah kakak malah pengen berhenti kerja. Suami kakak pun penghasilannya kurang. Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai-santai aja di rumah. Salah kakak juga sih, kalo ma jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak bapak, Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetapdan yang paling buat kami kesal, sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya kembali, menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat.
“anty tau, saya hanya bisa nangis saat itu. Saya menangis bukan Karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya dipandang rendah olehnya. Bagaimana mungkin dia meremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membangunkan saya untuk sujud dimalam hari. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata-kata lembutnya selalu menenangkan hati saya. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan. Baigaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan, ternyata begitu rendah dihadapannya hanya karena sebuah pekerjaan.
Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding-bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya. Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya. Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak-hak suami saya. Semoga saya tak lagi membantah perintah suami. Semoga saya juga ridho atas besarnya nafkah itu. Sayabangga ukhti dengan pekerjaan suami saya, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya, karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan itu. Kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tapi lihatlah suami saya, tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal. Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya.
Semoga jika anty mendapatkan suami seperti saya, anty tak perlu malu untuk menceritakannya pekerjaan suami anty pada orang lain. Bukan masalah pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya, berkahnya, dan kita memohon pada Allah, semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram”. Ucapnya terakhir, sambil tersenyum manis padaku.
Dia mengambil tas laptopnya,, bergegas ingin meninggalkannku. Kulihat dari kejauhan seorang ikhwan dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm, meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, meninggalkannku. Wajah itu tenang sekali, wajah seorang istri yang begitu ridho.
Ya Allah….
Sekarang giliran aku yang menangis. Hari ini aku dapat pelajaran paling baik dalam hidupku.
Pelajaran yang membuatu menghapus sosok pangeran kaya yang ada dalam benakku..
Subhanallah..
Sahabat..
Kekeliruan slama ini, orang mengganggap kebahagiaan itu adalan kaya akan materi.. mobil mewah.. rumah bagus..
Tapi sesungguhnya kekayaan sebanarnya itu ada saat kita merasa cukup akan nikmat ALLAH walaupun tanpa ada materi yang bersifat wah....
read more

✿ :::Yang terpenting adalah nilainya::: ✿

0 komentar

Suatu hari, seorang motivator terkenal membuka seminarnya dengan cara unik.

Sambil memegang uang pecahan AS $ 100, ia bertanya kepada hadirin, “Siapa yang mau uang ini?”

Tampak banyak tangan diacungkan, pertanda banyak yang minat.

“Saya akan berikan uang ini kepada salah satu dari Anda sekalian, tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini.”

Ia berdiri mendekati hadirin.

Uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat-lipat.

Lalu bertanya lagi, “Siapa yang masih mau uang ini?”

Jumlah tangan yang teracung tak berkurang.

“Baiklah,” jawabnya, “apa jadinya bila saya melakukan ini?” ujarnya sambil menjatuhkan uang ke lantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya. :gila:

Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi.

“Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?”

Tangan-tangan yang mengacung masih tetap banyak.

“Hadirin sekalian, Anda baru saja mendapatkan sebuah pelajaran penting.

Apa pun yang terjadi dengan uang ini, Anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya.

Biarpun lecet dan kotor, uang ini tetap bernilai 100 dolar.”

Dalam kehidupan ini, kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, dan berlepotan kotoran akibat keputusan yang kita buat dan situasi yang menerpa kita.

Dalam kondisi seperti itu, kita merasa tak berharga, tak berarti.

Padahal apapun yang telah dan akan terjadi, Anda tidak pernah akan kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai Anda.

So, setiap kali merasa diri tak berarti, ingatlah akan selembar uang 100 dolar tersebut.

Jangan pernah lupa – Anda adalah SPESIAL.
read more

✿ :::MAU BERPACARAN ???::: ✿

0 komentar

Pertanyaan: "Apakah menurut Islam pacaran dibolehkan?"

Jawaban: "Pacaran dilarang dan diharamkan dalam Islam"
Cukuplah firman-firman Allah berikut ini yang menunjukkan keharamannya:

"Dan janganlah kalian mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi." (QS. Al-An'aam: 151)

"Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Israa': 32).

"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya." (QS. An-Nuur: 30)

"Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya." (QS. An-Nuur: 31).

Pacaran dapat mengantarkan kepada perzinahan dan perbuatan keji lainnya.

Wallahu a'lam...
read more

✿ :::2 Hal yang Membuat Kita Tidak Bersyukur::: ✿

0 komentar

Pertama :

Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.

Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi target dan keinginan.

Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yg mendatangkan lebih banyak uang.

Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan.

Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapa pun banyak yang kita miliki, kita tak pernah menjadi “KAYA” dalam arti yang sesungguhnya.

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ”kaya”.

Orang yang ”kaya” bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.

Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram.

Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yg sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.

Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.

Seorang pengarang pernah mengatakan, ”Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.” Ini perwujudan rasa syukur.

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah :

Kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung.

Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.

Ada sebuah kisah mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia.

Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab,

”Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang.”

“Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.”

Bersyukurlah!

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu …
Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar …

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit …
Di masa itulah kamu tumbuh …

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu …
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang …

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru …
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu …

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat …
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga …

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih …
Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan …

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik …
Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut …

Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif …
Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu …
read more

✿ :::JANGAN REMEHKAN SHADAQAH::: ✿

0 komentar

Sudahkah anda menyisihkan sebagian rezeki anda untuk mereka yg membutuhkan ?

JANGAN REMEHKAN SHADAQAH MESKI KEPADA ORANG YG TIDAK DIYAKINI

Seorang Pengemis berjalan gontai ke arah Rahim bin Afwan.
“Tuanku, bisakah kau memberiku sedekah ? sudah tiga hari ini aku tidak makan. Demikian juga keluargaku. Seluruh tubuhku gemetar menahan lapar,” pinta pengemis itu dengan suara lemah.
Rahim menatap kakek tua itu dengan mata tajam.

“Hai kakek tua, tubuhmu tidak cacat. Kau pun bel...um terlalu tua untuk bekerja. Lalu, kenapa kau mengemis?” tanya Rahim dengan sinis. “Mencari uang itu bukan persoalan gampang. Jadi, aku tidak mungkin langsung memberi begitu saja,” lanjut Rahim.

Pengemis itu mengangguk. “Baiklah, aku akan bekerja jika Tuan bersedia memberiku perkerjaan.” “Hahaha... mana mungkin kau bekerja dalam keadaan lapar dan gemetar,” Rahim malah mengejek. Pengemis itu menjadi sedih.“Sudah, pergilah. Aku tidak akan memberimu apa-apa,” usir Rahim.

Pengemis melangkahkan kaki dengan kecewa. Ketika sedang bingung, ke mana lagi dia akan meminta-minta, lewatlah seorang pemuda Badui di depannya. “Tuan, demi keagungan dan kebesaran hari ini, berilah aku sedekah untuk memberi makan keluargaku. Sudah tiga hari kami tidak makan. Kami sangat kelaparan,” kata pengemis meminta sedekah.

Badui itu berbalik menatapnya, “Memangnya, ini hari apa? Kau mengatakan hari ini adalah hari yang agung dan besar?” tanyanya.
“Hari ini adalah bulan Syura,” jawab pengemis sambil menerangkan keutamaan dan kisah bulan Syura.

Rupanya, orang Badui itu tergerak hatinya untuk memberikan sedekah. “Baiklah, kakek tua. Apa yang harus aku sedekahkan untukmu ?” katanya.

Si pengemis berkata, “Aku memerlukan 9 iris roti, 5 iris daging, 5 biji kurma, dan uang lima dirham. Jika kau tidak keberatan, wahai Tuan.” Tanpa banyak bicara, orang Badui itu memberi si pengemis apa yang di butuhkannya. Si pengemis langsung pulang dengan hati bahagia.

Sementara itu, Rahim yang sedang tertidur pulas bermimpi.
“Lihatlah Rahim, istana di depanmu,” kata sebuah suara yang berat.

Rahim melihat dua buah istana yang sangat megah. Istana itu terbuat dari emas dan ditaburi batu-batu permata yang berkilauan.
“Subhanallah, indah sekali istana itu. Milik siapakah?”
Suara itu menjawa, “Dua istana yang indah itu tadinya akan diberikan untukmu, jika kau memberikan sedekah kepada pengemis yang tadi siang menemuimu. Kini, istana itu menjadi milik seorang pemuda Badui.”

Rahim terkejut dan terbangun dari tidurnya. Rahim segera pergi menemui orang Badui yang dimaksud dalam mimpinya.
“Apa yang kaulakukan tadi siang hingga kau mendapat pahala dua buah istana yang sangat indah ?” tanya Rahim.

Mulanya, orang Badui itu tidak mengerti apa yang di katakan Rahim. Setelah Rahim menceritakan mimpinya, baru ia mengerti. Orang Badui itu lalu bercerita mengenai pengemis yang datang kepadanya. Dia memberikan semua yang diperlukan si pengemis.
“Maukah kau menjual amalmu itu padaku dengan harga seribu dirham?” tanya Rahim.

Orang Badui itu menjawab, “Wahai Saudaraku, sesungguhnya amal yang dilakukan seseorang tidak dapat diperjualbelikan, bahkan dengan harga bumi dan seluruh isinya sekalipun,”

“ Dan bahwa munusia hanya akan memperoleh apa yang telah diusahakannya. Dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya sesuai dengan balasan yang paling sempurna”. Surat An –Najm (53: 39-41)

“Rasulullah saw. Bersabda, `Orang yang paling cepat diantara kamu sekalian menyusul aku adalah orang yang paling ringan tangannya (senang membantu) di antara kalian ” –SHAHIH MUSLIM
read more

✿ :::1 CIUMAN 500 TAHUN DI NERAKA::: ✿

0 komentar

* bagi Pasangan Yang Belum Halal *

1 CIUMAN 500 TAHUN DI NERAKA

Ya Allah Ya Rabbi, Astagfirullahaladzim..
Seorang Abdullah bin umar duduk-duduk
di pintu rumahnya. Ia melihat seorang
pemuda tampan. Abdullah lari masuk
rumah dan menguncinya. Beberapa saat
kemudian bertanya : “ fitnah itu sudah
pergi atau belum !” mereka menjawab :
“ sudah pergi “ maka Abdullah keluar
dari rumah .

Ada yang bertanya : “ Wahai Abdullah ,
apa yang di lakukan anak itu terhadap
kamu ! Apa ada sesuatu yang kau dengar
dari Rasulullah mengenai dia !.

Abdullah ra. Menjawab ; “ memandang
mereka itu haram ,berbicara atau
berkumpul juga haram “.
Al Qadli Al Imam rh. Berkata ; “ Aku
pernah mendengar seorang masyayikh
berkata ; “ Setiap wanita ada satu
syaitan , dan syaitan setiap anak remaja
terdapat 18 syaitan . “ ada riwayat ; “

Barang siapa yang mencium anak remaja
dengan syahwat , Allah ta`ala akan
menyiksa di neraka 500 tahun = "Padahal
1 jam di Akhirat = 1000 tahun waktu di
Dunia." Dan barang siapa yang mencium
wanita dengan syahwat, seolah- olah ia
berzina 70 perawan(perempuan yang
suci). Dan barang siapa yang berzina
dengan perawan(perempuan yang suci),
maka ibaratnya sudah berzina dengan
70.000 janda.

Tambahan:
dan ketika wanita menampakkan Rambut
mereka di depan Lelaki yang bukan
Suaminya atau muhrimnya maka Neraka
baginya 70 tahun untuk tiap helai rambut
yang ditampakkanya...
read more

✿ :::Kakek Dan dan seutas Tali menuju Syurga::: ✿

0 komentar

Kisah ini terjadi di sebuah kampung di sebelah barat kerajaan Saudi Arabia Dikisahkan sendiri oleh Syeikh Ibrahim Bubastit dalam “Qashash Mumayyizah”. Beliau menuturkan,

“Kami memasuki kampung itu. Tak ada tanda-tanda sentuhan kemodernan. Sebuah kampung terpencil dengan bangunan yang sederhana. Kami menelusuri tanjakan jalan menuju masjid di kampung i...
tu. Hingga sampailah kami di tempat itu, di masjid…tempat dimulainya kisah ini.

Tatkala kami sampai di masjid, kami dapati di sisi depan pintu terdapat batu besar yang diikat dengan sebuah tali. Tahukah Anda, tali apakah itu? Satu ujungnya terikat di batu, sementara ujung tali yang lain memanjang dan tidak kelihatan ujung tali yang lain karena jauh.

Kami mulai menyusuri tali tersebut untuk mencari tahu, sampai di mana ujung tali yang satunya. Cobalah Anda terka, di manakah ujung tali itu berakhir? Tali itu terhampar memanjang di atas tanah. Setelah kira-kira enam menit kami mengikuti arah tali tersebut dengan mobil, subhanallah, kami menemukan tempat di mana ujung tali itu berakhir.

Ternyata, tali panjang itu berujung di sebuah rumah tua yang hanya terdiri dari satu kamar dan tempat air. Di rumah tersebut kami bertemu dengan pemiliknya, yakni seorang kakek tua yang kedua matanya tak lagi bisa melihat. Umurnya kira-kira 85 tahun. Dia adalah seorang kakek buta yang rajin beribadah.

Tatkala kami bertanya, “Wahai kakek, beritahu kami, apa rahasia dari tali yang memanjang dari masjid hingga rumah Kakek ini?” Maka dengarkanlah jawaban yang membekas di hati setiap mukmin ini. Kakek itu menjawab, “Wahai anakku, ini adalah tali yang menunjukkan jalanku untuk shalat lima waktu. Ketika masuk waktu shalat, aku pegang tali ini, lalu saya keluar rumah ini menuju masjid dengan memegangi tali ini.

Begitu pula tatkala aku pulang dari masjid, karena tidak ada yang menuntunku untuk ke masjid.” Allahu Akbar! Kami pun melihat bekas yang sangat ketara pada telapak tangannya yang secara rutin bergesekan dengan tali yang dipegangnya?”

Lantas di manakah orang-orangyang kuat fisiknya? Yang sehat kedua matanya, yang kokoh kedua kakinya, serta orang yang memiliki kendaraan untuk hilir mudik, adakah alasan bagi mereka untuk meninggalkan shalat jamaah di masjid? Wallahul muwaffiq. (Abu Umar Abdillah)
read more

✿ :::Pedihnya siksa meninggalkan sholat fardhu::: ✿

0 komentar

6 siksaan yang ditimpakan di dunia bagi yang meninggalkan shalat fardhu ialah :
¤ Dicabut keberkahan umurnya,
¤ Tanda-tanda keshalehan dihapus dari wajahnya,
¤ Setiap amal yang dilakukannya tidak diberi pahala oleh Allah,
¤ Do’anya tidak dinaikkan, Tidak dapat menembus ke langit,
¤ Segala balasan yang jahat dari Allah tidak akan di tunda,
¤ Tidak mendapatkan bagian dari do’anya orang-orang shaleh.

3 siksaan yang ditimpakan pada saat kematian ialah :
¤ Dia mati dalam keadaan hina,
¤ Mati dalam keadaan lapar,
¤ Mati dalam keadaan kehausan, Seandainya dia diberi minum air laut yang ada di dunia, kehausannya belumlah sirna.

Adapun 3 siksaan di dalam kubur ialah :
¤ Liang kuburnya menjadi meyempit dan menghimpit hingga tulang-tulang rusuknya terpatah-patah,
¤ Api dinyalakan di dalam kuburnya sehingga ia menjadi terpanggang bergelimpangan siang dan malam,
¤ Dia dililit ular besar di dalam kuburnya yang bernama Syujja’ul Aqra’, Kedua matanya dari api, Kuku-kukunya dari besi, Panjang dari setiap kukunya sepanjang perjalanan sehari.
Ia berkata kepada si mayit, Aku adalah Syujja’ul Aqra’, suaranya seperti petir yang menyambar-nyambar.
Ia berkata, Aku diperintahkan Tuhanku untuk memukul kamu, karena kamu menyia-nyiakan shalat Shubuh hingga matahari terbit dan aku juga memukulimu karena kamu menyia-nyiakan shalat Ashar hingga datang waktu maghrib.
Aku memukul kamu karena kamu menyia-nyiakan shalat Maghrib hingga datang waktu Isya’ dan aku juga memukul kamu karena menyia-nyiakan shalat Isya’ hingga datang waktu shalat fajar.
Ketika ular itu memukulnya sekali pukulan, ia terbenam ke dalam bumi tujuh puluh dzira’. Dia selalu disiksa di dalam kubur tanpa pernah berhenti, hingga datang hari kiamat.

Sedangkan 3 siksaan ketika dibangkitkan dari kubur ialah :
¤ Dia mendapatkan hisab yang sangat berat di mauqif(tempat meghimpun manusia pada hari kiamat untuk menunggu hisab),
¤ Kemurkaan Tuhan dan
¤ Masuk ke dalam neraka. Na'udzu billahi min dzalik.....

Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala senantiasa menganugerahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua, dan semoga kita mampu memelihara shalat dengan baik, sehingga kita mendapatkan balasan surga di sisi Allah 'Azza wa jalla. Aamiin...
read more

✿ :::Penghianatan seorang Wanita::: ✿

0 komentar

Wahai engkau para gadis dan perjaka yang sedang merasakan kasmaran dan dilanda jatuh cinta serta kesenangan punya pacar. Hati-hatilah, “wala taqrabu zina!” (janganlah engkau mendekati perbuatan zina). Jangankan sampai berbuat zina, sekali berciuman apalagi lebih dari itu, hinalah engkau seketika!! Engkau telah menghinakan dirimu sendiri, ibumu, Rasulullah dan Allah demi mengikuti bisikan syetan dan memenuhi nafsu syahwatmu.

Bagaimana engkau tidak menghinakan diri,
Bagi dirimu, engkau telah membuat dirimu menjadi murah, tidak menjaga kesucianmu yang diamanatkan oleh orang tua, Rasulullah dan Allah SWT. Engkau mudah dimesrai, disentuh, dicium, dibuka auratmu, apalagi lebih dari itu, oleh laki-laki yang tidak sah tidak dan berhak menikmatimu.

Bagaimana engkau tidak menghinakan orang tuamu,
Ibu merawatmu sejak bayi, menyusuimu dengan senang dan bahagia, engkau dimandikan, dirawat, dibedaki, tubuh mungil lucumu selalu ditaburi minyak wangi dan ditutup dengan kain lembut dan baju. Ia lakukan itu setiap hari dan bertahun-tahun karena sangat menyayangimu, pengorbanannya siang malam hingga kurang tidur tak pernah ia keluhkan. Setelah dewasa, engkaupun sangat dikhawatirkannya. Bayangkanlah capeknya, peluh keringatnya dan kurang tidurnya karena sejak kecil hingga remaja ia merawatmu dengan tanggung jawab dan kasih sayang. Sesudah agak besar dan engkau tumbuh menjadi remaja, ibumu dan bapakmu sudah tak bisa lagi melihat bagian-bagian datri tubuhmu karena telah tumbuh menjadi aurat yang harus ditutup dan tidak boleh diperlihatkan bahkan kepada ibu yang mengandung, melahirkan dan membesarkanmu sendiri. Mengapa bagitu? Karena aurat itu sangat mahal dan istimewa, mahkota dan kesucian perempuan.

Bayangkan, betapa engkau telah mengkhianatinya, ketika aurat itu engkau buka begitu saja dengan mudah, murah dan gampang pada pacarmu, laki-laki yang tiba-tiba datang dan menyukaimu sesudah engkau besar hasil dari perawatan ibumu sejak kecil. Engkau murahkan tubuhmu untuk dinikmati laki-laki yang tidak sah dan belum tentu menjadi suamimu. Betapa engkau telah menyakiti ibumu dalam sekejap, engkau mengkhianati jerih payahnya bertahun-tahun merawatmu. Ibumu tak bisa lagi mencium bibirmu yang ketika bayi sering dilakukannya. Ibu tidak boleh lagi dan malu melihat auratmu, demikian juga engkau malu auratmu bila suratmu dilihat ibumu. Tapi, betapa teganya engkau membukanya pada laki-laki asing di keluargamu. Engkau mempersilahkan laki-laki yang tidak sah untuk menikmati tubuhmu begitu saja. Tak ingatkah perngorbanan dan keringat ibumu? Betapa jahatnya engkau pada ibumu yang melahirkan dan merawatmu. Tahukah engkau, ketika engkau berciuman dan tubuhmu dinikmati laki-laki yang tidak sah, sesungguhnya ibumu menangis menjerit merasa dilukai hatinya. Tega kah engkau? Lalu, perempuan macam apa setega itu pada ibunya sendiri?

Rasulullah SAW juga kamu khianati. Rasulullah dengan jerih payahnya, dengan kesusahannya dan perjuangan beratnya telah mengangkat harkat derajat perempuan dari budaya jahiliyah yang merendahkan perempuan menjadi sangat terhormat. Demi menjaga harkat, derajat dan kesucian perempuan, ia mewanti-wanti agar mereka menutup auratnya. Begitu sayangnya Nabi pada perempuan dan tanggung jawabnya yang besar sampai-sampai ia bersikap tegas soal pergaulan perempuan: “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan perempuan (bukan mahram) karena yang ketiganya adalah syetan” (HR. Abu Dawud). “Janganlah seorang lelaki bermalam di rumah seorang janda kecuali sudah dinikahinya atau dia mahramnya” (HR. Muslim). “Seorang wanita yang memakai minyak wangi lalu lewat di tengah-tengah kaum (laki-laki) dengan maksud agar mereka menghirup bau harumnya maka wanita itu adalah pelacur.” (HR. An-Nasaa’i) “Tiada aku meninggalkan suatu fitnah sesudahku lebih berbahaya terhadap kaum pria daripada godaan wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim) Asma binti Abu Bakar telah menemui Rasulullah dengan memakai pakaian yang tipis. Rasulullah segera memalingkan pandangannya dan bersabda: “Wahai Asma, sesungguhnya seorang gadis yang telah haid tidak boleh memperlihat anggota badannya kecuali pergelangan tangan dan mukanya” (HR. Bukhari Muslim). “Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya” (HR. Thabrani dan Baihaqi). “Barang siapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan (seksi atau sangat mewah), maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan dihari akhir nanti” (HR. Abu Daud). “Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mau menutup rambutnya daripada dilihat laki-laki yang bukan mahramnya” (HR. Bukhari & Muslim) “Sesungguhnya banyak ahli neraka adalah perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya” (HR. Bukhari & Muslim).

Lihat betapa tegasnya Rasulullah yang mulia melindungi kehormatan dan kesucian perempuan. Untuk siapa? Untuk kemuliaan perempuan sendiri. Lalu, tegakah kita mengkhianatinya? Setiap hari engkau tega mengkhianati Nabi dan mengabaikan perintah dan peringatannya?

Tak tanggung-tanggung, Allah pun kamu khianati. Sebelum Rasulullah dan Ibumu, Allah sendirilah yang telah memberikan peringatan-peringatan agar perempuan menghargai dirinya dan memuliakan dirinya dengan menutup auratnya: “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Ahzab : 59). “Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin hendaklah mereka menundukan pandangannya dan menjaga kehormatannya” (An-Nur : 31).

Allah telah membuatmu sangat mahal. Bayangkan, untuk bisa menyentuhmu, memesraimu dan menidurimu, Allah memerintahkan laki-laki yang meminangmu untuk membayar mahar yang disebut “emas kawin.” Bayangkan, tidak main-main, “emas.” Emas adalah logam mulia yang mahal dan simbol perhiasa paling mewah. Allah mensejajarkanmu dengan emas. Apa tidak merendahkan dan menghinakan dirimu, ketika syarat emas itu engkau gratiskan dan mudahkan pada laki-laki tidak sah untuk menikmatimu demi kesenangan nafsu syahwatmu? Ketika tubuhmu dinikmati laki-laki yang tidak sah, engkau benar-benar telah memurahkan dan menghinakan dirimu menjadi sampah yang tidak berharga.

Akankah engkau terus menghinakan diri dan mengkhianati tiga sosok kemuliaan dan keagungan sekaligus: Ibu, Nabi dan Allah sendiri? Betapa beraninya engkau. Bukankah itu berarti hidupnya hanya menantang kecelakaan saja? Bila begitu, apa artinya hidup berlama-lama kalau ujungnya hanya akan celaka di akhirat kelak?? Memang tujuan hidupmu mau apa dan engkau mau kemana kelak setelah mati?? Dan bukankah mati tidak memandang usia? Bukankah betapa banyak gadis perempuan mati muda dan belum sempat merubah hidupnya dan bartaubat???

read more